PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) telah merilis laporan aktivitas eksplorasi untuk kuartal ketiga dan rencana kuartal IV di 2025. Laporan ini merinci kegiatan dan biaya yang dikeluarkan oleh tiga anak perusahaannya yang bergerak di sektor pertambangan batu bara di Sangasanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Ketiga anak usaha tersebut adalah PT Trisensa Mineral Utama (TMU), PT Indomining (IM), dan PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN).
Pada kuartal III, TMU memfokuskan kegiatannya pada pengambilan sampel (sampling) di pit aktif B1WA dan 5B18. Selain itu, perusahaan juga melakukan pemboran cropline untuk mencari kelanjutan lapisan batu bara (seam) R, S, dan T di blok 2 dan 3. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kualitas, terutama nilai total sulfur dan kalori.
Total realisasi biaya operasional eksplorasi TMU pada kuartal III-2025 adalah sebesar Rp15 juta yang terdiri dari Rp12,5 juta pada bulan Juli dan Rp2,5 juta bulan Agustus. Tidak ada realisasi biaya yang tercatat untuk bulan September. Pada Kuartal IV 2025 TMU akan melanjutkan pemboran cropline hingga November 2025. Rencana lainnya termasuk memperbarui model geologi, memonitor kualitas batu bara di pit aktif, dan mengontrol perubahan nilai sulfur serta kalori.
Pada kuartal III 2025 IM tidak melakukan kegiatan pemboran. Aktivitas geologi yang tetap berjalan hanya meliputi pembaruan model berdasarkan data survei pit dan channel sampling. Adapun anggaran biaya operasional untuk setiap bulan di kuartal III 2025 adalah sebesar Rp83,3 juta. Namun, tidak tercatat adanya realisasi biaya pada laporan yang disajikan.
Pada kuartal IV, IM juga belum merencanakan untuk melanjutkan aktivitas pemboran eksplorasi, baik infill maupun geoteknik. Menurut perusahaan, data eksplorasi yang dimiliki saat ini sudah cukup memadai untuk mendukung rencana penambangan hingga kedalaman RL-160 meter sesuai target untuk tahun 2025.
Sama seperti IM, ABN juga tidak melakukan kegiatan pemboran eksplorasi pada periode ini. Fokus kegiatan ABN adalah memperbarui model geologi berdasarkan data aktual dari hasil pengukuran survei. Selain itu, tim eksplorasi juga melakukan studi prospeksi dan meninjau potensi galian di luar wilayah izin usaha pertambangan (IUP) ABN.
Total realisasi biaya operasional eksplorasi ABN pada kuartal III-2025 mencapai Rp571,6 juta. Rinciannya adalah Rp81,6 pada bulan Juli, Rp245 juta pada bulan Agustus, dan jumlah yang sama Rp245 juta pada bulan September.
Berbeda dengan dua anak usaha lainnya, pada kuartal IV 2025 ABN merencanakan kegiatan pemboran infill dan pemboran depresurisasi di Pit 6. Kegiatan lain yang akan menjadi fokus adalah pengambilan sampel untuk pembaruan kualitas batu bara, monitoring area pit aktif, serta analisis kestabilan lereng.
