tbs

Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta sentimen rencana pembentukan Badan Ekspor menekan harga saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) ke level Rp418 pada penutupan perdagangan Kamis (21/5/2026), meskipun sempat menguat ke Rp436 pada sesi I Jumat (22/5/2026).

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Andhika Audrey menilai penurunan harga saham TOBA lebih banyak dipengaruhi oleh faktor makroekonomi dibandingkan perubahan fundamental internal perusahaan. Dilansir dari Market, koreksi IHSG dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu pemicu utama penurunan tersebut.

Selain penurunan indeks, rencana pemerintah membentuk Badan Ekspor Sumber Daya Alam untuk komoditas batu bara turut menjadi sentimen negatif. Kebijakan ini dilaporkan mengerek turun harga saham hampir seluruh emiten sektor batu bara di Indonesia.

"Harga TOBA saat ini sudah terdiskon dan berada di bawah harga wajarnya karena terimbas penurunan IHSG secara keseluruhan. Ketika pasar berada dalam fase risk-off, valuasi saham sering kali terkoreksi lebih dalam dibandingkan perubahan nilai intrinsik perusahaan yang sebenarnya," kata Andhika dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).

Andhika menambahkan bahwa pendapatan TOBA seharusnya tidak terpengaruh besar oleh keberadaan Badan Ekspor tersebut. Hal ini dikarenakan mayoritas pendapatan perseroan saat ini sudah bersumber dari segmen non-batu bara melalui strategi diversifikasi bisnis.

Berdasarkan laporan kinerja kuartal I/2026, lini bisnis baru menjadi penopang utama pendapatan perusahaan. Segmen pengelolaan limbah atau waste management menjadi kontributor terbesar dengan capaian sekitar US$52 juta, atau menyumbang 60 persen dari total pendapatan.

Segmen waste management ini juga memberikan keuntungan mata uang karena dibukukan dalam dolar AS dan dolar Singapura seiring ekspansi regional ke Singapura. Selain pengelolaan limbah, TOBA saat ini juga telah merambah ke bisnis kendaraan listrik dan energi terbarukan.

Source : https://www.koranmanado.co.id/ihsg-melemah-tekan-saham-toba