tbs

Jakarta, Beritasatu.com -PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melalui anak usahanya, PT Toba Bara Energi berinvestasi pada perusahaan energi baru terbarukan (EBT) asal Singapura, Solar United Network Pte Ltd. Investasi ini dilakukan melalui pembelian saham baru Solar United senilai US$ 8 juta.

 

Direktur Utama TBS Energi Utama Dicky Yordan menjelaskan, TBS Energi Utama membeli sebanyak 524.703 saham baru milik Solar Energy. "Dana dari penerbitan saham akan digunakan untuk ekspansi usaha Solar United dalam bidang energi terbarukan," jelas Dicky dalam keterangan resmi dikutip Minggu, (5/12).

 

Menurut Dicky, investasi TBS Energy di Solar United merupakan bagian dari strategi perseroan dalam program penghilangan jejak karbon serta mencapai target net zero emission pada 2030. Investasi ini secara jangka panjang akan memberikan tambahan pendapatan serta memperkuat posisi keuangan TBS.

 

Adapun investasi TBS Energi ini merupakan bagian dari putaran pendanaan seri A yang dilakukan SUN Energy. Nilai total dari putaran pendanaan tersebut mencapai US$ 25 juta atau sekitar Rp 357,2 miliar. Selain TBS Energi, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) dan sejumlah pengusaha ternama di Asia Tenggara ikut ambil bagian dalam investasi tersebut.

 

Chief Executive Officer SUN Energy Philip Lee mengatakan, pihaknya akan menggunakan dana tersebut untuk mengembangkan berbagai proyek di Indonesia, memperluas skala bisnis di wilayah regional, serta memperkuat platform perusahaan di garis depan dalam gerakan transisi energi Indonesia.

 

Melihat potensi energi surya di Indonesia yang sangat besar, pihaknya bangga dapat bermitra dengan beberapa perusahaan konglomerasi di Indonesia yang terlibat sebagai investor pada pendanaan Seri A kali ini. “SUN Energy berharap bisa mengambil andil besar dalam perjalanan transformasi energi masa depan dan akan mengubah lanskap energi terbarukan di kawasan ini dengan inovasi teknologi serta proyek-proyek yang inovatif,” ungkap Lee.

 

sumber : https://www.beritasatu.com/ekonomi/862973/tbs-energi-investasi-us-8-juta-di-perusahaan-ebt-singapura