tbs

Emiten yang dipimpin Pandu Sjahrir, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) dan entitas anaknya, merilis laporan keuangan semester 1 tahun 2022.

 

Perusahaan mencetak laba bersih sebesar USD 34,62 juta atau setara dengan Rp 513,03 miliar (asumsi kurs Rp 14.816 per dolar AS). Pertumbuhan laba ini melesat 59,94 persen dibandingkan semester 1 2021 sebesar USD 21,64 juta atau setara Rp 320,74 juta.

 

Melonjaknya laba tersebut disebabkan perolehan pendapatan yang mencapai USD 279,52 juta atau setara Rp 4,14 triliun. Pendapatan ini naik 48,08 persen dibandingkan paruh pertama 2021 sebesar USD 188,76 juta atau setara Rp 2,79 triliun.

 

Segmen penjualan batu bara mendominasi total pendapatan TOBA, yakni USD 252,25 juta. Penjualan batu bara mencakup luar negeri sebesar USD 248,8 juta dan lokal sebesar USD 3,44 juta.

 

Pendapatan lainnya berasal dari ketenagalistrikan tercatat sebesar USD 24,24 juta. Selain itu, penjualan TBS, inti sawit dan minyak sawit mentah tercatat sebesar USD 3,02 juta.

 

Beban pokok pendapatan juga meningkat sebesar USD 215,25 juta, dari USD 157,49 juta di semester 1 2021. Total aset TOBA per 30 Juni 2022 mencapai USD 881,77 juta, naik dari posisi 30 Juni 2021 sebesar USD 858,1 juta.

 

Jumlah liabilitas perusahaan menurun, dari USD 503,87 juta di enam bulan pertama 2021 menjadi USD 486,99 juta pada enam bulan pertama 2022. Sementara itu, total ekuitas meningkat menjadi USD 394,77 juta.