tbs

Lingkungan kerja produktif tercipta saat keterampilan masing-masing individu didukung oleh kolaborasi. Seperti yang sebelumnya telah disampaikan oleh Direktur TBS Energi Utama, Juli Oktarina, sebuah gagasan akan menjadi lebih kuat ketika dibangun dari diskusi kaya dan inovatif yang tercipta dengan adanya ragam perspektif yang berbeda. Untuk mencari tahu pentingnya menjunjung keberagaman di tempat kerja, McKinsey & Company melakukan penelitian yang menemukan bahwa perusahaan dengan keragaman lebih tinggi dalam level eksekutif memiliki kemungkinan 22% lebih besar untuk mengungguli rekan industri mereka dalam hal profitabilitas. Atas signifikansi dari keberagaman dan inklusi di lingkungan pekerjaan, TBS Energi Utama menaruh Diversity and Inclusion sebagai salah satu poin utama dari inisiatif TBS2030.

Industri energi memang telah lama didominasi oleh laki-laki, namun setelah berbagai perjuangan dan kemajuan masyarakat, pintu bagi para perempuan untuk berpartisipasi dan menduduki posisi pemimpin dalam industri ini kini terbuka lebar. Keanekaragaman gender adalah masa depan industri energi dan TBS mendukung kemajuannya dengan memastikan seluruh kesempatan karir terbuka bagi semua orang tanpa melihat latar belakang dan secara aktif mempromosikan mutual understanding di dalam organisasi. Sejalan dengan tujuan tersebut, TBS mengundang seluruh anggota dari berbagai departemen dan divisi untuk memahami esensi dari Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) melalui workshop internal yang diselenggarakan pada 7 Juli 2023.

Mengangkat tema “Diversity is No Adversity”, workshop ditujukan untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan pemahaman tentang isu keberagaman dan inklusivitas.

Dilakukan dalam dua sesi, TBS menghadirkan dua pembicara berpengalaman dalam praktik DEI untuk memandu pembelajaran, yaitu Direktur SDM & Pendidikan RSCM, Dwi Fatan Lilyana, dan Direktur SDM & Budaya HM Sampoerna, Ripy Mangkoesoebroto.

Melalui serangkaian diskusi interaktif dan aktivitas menarik, semua peserta mempelajari mengenai manfaat keragaman di tempat kerja dan bagaimana cara menghindari unconscious bias. Salah satu kegiatan yang melibatkan seni ilusi menunjukkan bagaimana setiap orang dapat melihat hal-hal yang berbeda, tetapi ketika berbagai sudut pandang ini disatukan, tercipta sebuah gambaran lengkap dan luas yang memiliki sebuah makna.

“Kami melihat bagaimana semua keberagaman yang ada dapat digunakan sebagai modal untuk memajukan perusahaan melalui pengambilan keputusan dengan gambaran yang lebih lengkap. Kali ini, kami menggunakan pendekatan curiosity mindset untuk menghindari kecenderungan menghakimi, melainkan dapat lebih mengeksplorasi dan mencoba memahami dari sudut pandang mereka,” sebut Ibu Dwi.

Meskipun DEI mencakup banyak faktor dan aspek didalamnya, agenda Diversity & Inclusion TBS2030 menjadikan kesetaraan gender sebagai tujuan utama. Jika dibandingkan dengan kriteria tingkat pendidikan dan usia demografis, tingkat representasi perempuan dalam seluruh perusahaan TBS masih tertinggal. Hingga publikasi TBS2030 tahun lalu, jumlah pekerja perempuan hanya mencapai 14% dari total keseluruhan tenaga kerja. Selain itu, hanya 17% dari posisi manajer keatas dipegang oleh perempuan. Untuk mencapai goal dalam inisiatif kesetaraan gender TBS2030, kami bertekad untuk meningkatkan keseluruhan rasio perwakilan perempuan dengan menaruh fokus pada kedua aspek ini. Target karyawan perempuan sebanyak 25%, baik dari total keseluruhan personel maupun pemegang peran eksekutif, telah ditetapkan untuk dicapai pada tahun 2030.

Selama 7 tahun ke depan, TBS berkomitmen untuk mewujudkan ekosistem yang memberdayakan dan menyambut individu-individu dari latar belakang apapun yang memiliki keinginan untuk berkembang bersama perusahaan. Diadakannya workshop menandai langkah awal TBS untuk membuktikan komitmennya dalam mendorong lingkungan kerja yang beragam dan inklusif. Dengan memberikan fasilitas pendidikan bagi karyawan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang masalah keanekaragaman & inklusi serta membangun kebijakan yang ketat untuk menangani tindakan diskriminasi, TBS berupaya menciptakan suasana kerja yang menyenangkan bagi semua. Dalam jangka panjang, perusahaan tidak hanya akan menuai hasil dalam bentuk pertumbuhan numeral, namun juga kuatnya tingkat kesejahteraan pekerja karena keamanan dan kenyamanan yang diberikan perusahaan.

“Kami ingin para karyawan dapat bekerja dengan nyaman di TBS Energi Utama, dimana mereka merasa dihargai dan didukung dalam melakukan pekerjaan mereka. Saat mereka merasakan itu, semua target akan tercapai dan perusahaan dapat terus menjadi lebih baik,” kata Metz Manurung, SVP Human Capital di TBS Energi Utama.