Istilah "energi baru terbarukan" seringkali digunakan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, apa sebenarnya energi baru terbarukan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Direktur PT. Energi Baru TBS Bapak Dimas Adi Wibowo memberikan penjelasan menyeluruh mengenai energi baru terbarukan yang akan kami bahas kali ini.
Dalam abad ke-21, kondisi iklim dan lingkungan bumi telah mengalami kemunduran pesat yang mengancam masa depan manusia dan seluruh ekosistem. Dalam upaya mengatasi situasi mengkhawatirkan yang kini sudah berada di depan mata, renewable energy atau energi baru terbarukan (EBT) menjadi solusi utama yang dianggap mampu memperbaiki kondisi bumi.
Secara sederhana, energi baru terbarukan dapat didefinisikan sebagai energi yang berasal dari sumber alami dan berkelanjutan. Sumber dari EBT adalah materi alamiah di sekitar kita yang tidak akan pernah punah, seperti angin, sinar matahari, panas bumi, air, dan biomassa.
Energi baru terbarukan berbanding terbalik dengan bahan bakar fosil, yang berasal dari hewan dan tumbuhan prasejarah yang mati jutaan tahun lalu sehingga dapat punah jika dieksploitasi secara penuh. Selama dua abad terakhir, dunia telah memanfaatkan bahan bakar fosil sebagai sumber energi utama, sehingga dengan ancaman punahnya bahan bakar fosil, penting untuk melakukan peralihan ke energi baru terbarukan.
Berkurangnya sumber bahan bakar fosil bukanlah satu-satunya alasan di balik urgensi penggantian bahan bakar fosil dengan energi baru terbarukan. Energi baru terbarukan juga memiliki banyak manfaat jangka panjang bagi masa depan bumi. Sebagai Direktur PT. Energi Baru TBS, Dimas telah melihat tiga keuntungan utama dari penggunaan energi baru terbarukan, yang akan kita bahas satu persatu.
Pertama, pemanfaatan energi baru terbarukan dapat mengurangi efek rumah kaca dan polusi. Ketika dibakar, bahan bakar fosil seperti minyak atau batu bara meningkatkan karbon dioksida di atmosfer bumi, yang berkontribusi terhadap efek rumah kaca dan polusi. Sedangkan, energi baru terbarukan menghasilkan sangat sedikit gas atau polutan, menjadikannya solusi energi yang lebih baik untuk bumi.
Manfaat kedua terletak pada diversifikasi energi. Dalam hal diversifikasi energi, Indonesia sangat diuntungkan sebagai negara kepulauan. Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar dan berpotensi untuk digunakan sebagai sumber energi baru terbarukan. Setiap wilayah geografis dapat membangun pembangkit listrik memanfaatkan sumber energi yang berbeda, yang secara tidak langsung akan turut mendorong dibangunnya aktivitas ekonomi baru.
Terakhir, Dimas menyebutkan salah satu dampak besar bagi bidang sosial dan ekonomi yaitu munculnya industri baru dan kemajuan teknologi. Hadirnya energi baru terbarukan di setiap pelosok Indonesia akan membawa teknologi dan industri baru ke berbagai daerah. Dengan demikian, peluang baru akan terbuka bagi masyarakat sekitar dan meningkatkan kesempatan transfer pengetahuan yang bermanfaat untuk jangka panjang.
Lalu, dengan semua manfaat yang ada, mengapa Indonesia belum sepenuhnya beralih ke energi baru terbarukan? Implementasi energi baru terbarukan memiliki sejumlah tantangan besar, terutama dalam:
- Security of Supply: setiap dari sumber energi baru terbarukan memiliki kemampuan yang berbeda dalam menghasilkan listrik, sehingga menjaga stabilitas dan ketahanan dari energi yang dihasilkan menjadi sebuah tantangan.
- Affordability: sebagian besar pembangkit listrik energi baru terbarukan terletak di daerah terpencil, sehingga pembangunan memakan banyak biaya. Selain pembangkit listrik, fasilitas pendukung juga harus dibangun untuk menciptakan sistem yang bekerja dengan baik.
- Environment: pembangkit listrik energi baru terbarukan dibangun di daerah yang mungkin berbatasan atau bersinggungan dengan hutan, sehingga mendapatkan izin adalah tugas yang menantang.
Terlepas dari banyaknya tantangan, Indonesia juga memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan energi baru terbarukan. Perjalanan panjang menanti upaya peralihan energi, namun sekarang adalah saatnya untuk mulai bergerak agar generasi selanjutnya dapat menikmati masa depan yang baik. Seperti yang dipesankan oleh Dimas, “setiap langkah yang kita ambil menuju peralihan ke energi baru terbarukan akan membuat masa depan lebih aman."