tbs

Energi baru dan terbarukan menjadi kunci bagi banyak negara untuk mengurangi emisi karbon, meningkatkan ketahanan energi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Berbagai negara telah membuktikan bahwa transisi menuju energi bersih dapat dilakukan melalui kebijakan yang tepat, investasi jangka panjang, dan dukungan masyarakat, sementara Indonesia juga memiliki peluang besar untuk mengikuti jejak tersebut.

Perubahan iklim yang semakin nyata membuat kebutuhan akan transisi energi menjadi semakin mendesak.

Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam tidak hanya meningkatkan emisi gas rumah kaca, tetapi juga membuat pasokan energi rentan terhadap gejolak harga dan kondisi geopolitik global.

Di sisi lain, biaya pembangkitan listrik dari energi terbarukan terus menurun. Banyak proyek tenaga surya dan angin kini lebih ekonomis dibandingkan pembangkit berbasis fosil.

Kondisi ini menjadikan energi baru dan terbarukan sebagai salah satu solusi utama untuk mewujudkan sistem energi yang lebih bersih, tangguh, dan berkelanjutan.

3 Besar Negara yang Berhasil Mengoptimalkan Energi Baru dan Terbarukan

Berbagai negara telah menunjukkan bahwa transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar target jangka panjang, melainkan langkah nyata yang sudah memberikan manfaat ekonomi maupun lingkungan.

1. Denmark: Pemimpin Energi Angin Dunia

Denmark menjadi salah satu negara paling maju dalam pemanfaatan energi terbarukan. Pada 2024, sekitar 88% kebutuhan listriknya berasal dari sumber energi terbarukan, dengan energi angin menyumbang sekitar 58%.

Keberhasilan Denmark didukung oleh kebijakan yang melibatkan masyarakat. Selama hampir 15 tahun, setiap proyek pembangkit listrik tenaga angin baru diwajibkan memiliki sedikitnya 20% kepemilikan komunitas lokal.

Pendekatan ini membuat masyarakat ikut merasakan manfaat ekonomi sekaligus mendukung percepatan pembangunan energi bersih.

2. Djibouti: Transformasi Cepat dalam Lima Tahun

Djibouti menjadi contoh bahwa negara berkembang juga mampu melakukan perubahan besar. Dalam waktu sekitar lima tahun, kontribusi energi terbarukan meningkat dari hampir nol menjadi sekitar 67%.

Negara di Afrika Timur ini menargetkan penggunaan 100% energi terbarukan pada 2035 sebagai upaya menekan biaya listrik, meningkatkan daya saing industri, dan memperkuat kemandirian energi nasional.

3. Lithuania: Mengurangi Ketergantungan Energi Impor

Lithuania mempercepat transisi energi setelah terganggunya pasokan energi akibat konflik Rusia-Ukraina. Sejak 2022, negara ini berhasil menghentikan ketergantungan pada bahan bakar fosil dari Rusia.

Kini lebih dari 60% listrik Lithuania berasal dari energi terbarukan, didukung oleh pesatnya pemasangan panel surya di atap rumah. Pemerintah bahkan menargetkan negara ini menjadi pengekspor listrik pada 2030.

Baca Juga: Energi Terbarukan di Indonesia: Pengertian, Sumber, dan Perannya di Masa Depan

Negara Lain yang Juga Berhasil dengan Energi Baru dan Terbarukan

Selain tiga negara di atas, beberapa negara di bawah ini juga membuktikan keberhasilannya menggunakan energi baru dan terbarukan.

1. Portugal, Belanda, dan Jerman

Portugal menghasilkan lebih dari 75% listriknya dari energi terbarukan. Energi surya di negara tersebut tumbuh sangat pesat dan penggunaan batu bara telah dihentikan sejak 2021.

Sementara itu, Belanda berhasil memangkas emisi sektor listrik hingga sekitar 50% sejak 2018 berkat pengembangan pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai dan tenaga surya. Negara ini menargetkan penghentian seluruh pembangkit listrik batu bara pada 2029.

Jerman juga menjadi salah satu pemimpin transisi energi di Eropa. Saat ini sekitar 45% listriknya berasal dari energi terbarukan, dengan target mencapai 80% pada 2030.

Menariknya, Jerman memasang lebih dari 100.000 panel surya setiap hari untuk mempercepat pencapaian target tersebut.

2. Spanyol, Irlandia, Yunani, dan Luxembourg

Spanyol memperoleh lebih dari setengah kebutuhan listriknya dari kombinasi energi angin, surya, dan hidro. Penggunaan batu bara terus menurun dan hampir seluruh pembangkit berbahan bakar batu bara akan ditutup dalam beberapa tahun ke depan.

Irlandia berhasil mengakhiri pembangkitan listrik berbasis batu bara pada 2025 setelah meningkatkan kapasitas energi angin secara signifikan selama dua dekade terakhir.

Di Yunani, sinar matahari yang melimpah dimanfaatkan secara optimal sehingga sekitar separuh listrik nasional berasal dari energi terbarukan.

Sementara itu, Luxembourg juga berhasil meningkatkan porsi listrik dari tenaga surya dan angin secara signifikan dalam satu dekade terakhir.

Negara dengan Kapasitas Energi Terbarukan Terbesar di Dunia

Selain melihat persentase bauran energi, kapasitas terpasang juga menunjukkan keseriusan suatu negara dalam mengembangkan energi baru dan terbarukan.

Berdasarkan data Statista di 2025, China menjadi negara dengan kapasitas energi terbarukan terbesar di dunia, mencapai sekitar 2.258 GW. Posisi berikutnya ditempati Amerika Serikat dengan sekitar 468 GW, disusul Brasil.

China juga menjadi pemimpin global dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dan tenaga air.

Sementara Amerika Serikat terus memperluas investasi pada tenaga surya dan angin, sedangkan Brasil dikenal sebagai salah satu produsen energi hidro terbesar di dunia.

Secara global, kontribusi energi terbarukan terhadap produksi listrik dunia telah mencapai hampir 32% pada 2024. Angka tersebut menunjukkan bahwa transisi energi terus bergerak semakin cepat.

Peluang Indonesia Mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan

Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan. Sebagai negara kepulauan yang berada di wilayah tropis, Indonesia memiliki sumber daya surya, air, angin, panas bumi, hingga bioenergi yang melimpah.

Meski demikian, pemanfaatannya masih terus perlu ditingkatkan.

Pengembangan energi bersih tidak hanya berperan dalam mengurangi emisi karbon, tetapi juga membantu meningkatkan ketahanan energi nasional, memperluas akses listrik, membuka lapangan kerja hijau, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Keberhasilan berbagai negara menunjukkan bahwa percepatan transisi energi membutuhkan kombinasi kebijakan yang konsisten, investasi jangka panjang, inovasi teknologi, dan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, serta masyarakat.

Baca Juga: Energi Bersih: Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Contohnya di Indonesia

Bersama TBS Energi Utama Mendorong Masa Depan Energi Baru dan Terbarukan di Indonesia

Indonesia memiliki peluang besar untuk mengikuti jejak berbagai negara yang telah berhasil mengembangkan energi baru dan terbarukan.

Salah satu perusahaan yang turut berkontribusi dalam perjalanan tersebut adalah TBS Energi Utama, yang secara strategis terus memperluas portofolio proyek energi terbarukan di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui anak usahanya PT Toba Bara Energi (TBAE), TBS Energi Utama mengakuisisi PT Adimitra Energi Hidro (AEH) pada 2020 sebagai pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) berkapasitas 2 x 3 MW di Sumberjaya, Lampung.

Pada saat yang sama, TBS Energi Utama juga mengakuisisi PT Bayu Alam Sejahtera (BAS) yang mengembangkan potensi pembangkit listrik tenaga angin di Nusa Tenggara Timur.

PLTM AEH berhasil mencapai Commercial Operation Date (COD) pada 22 Januari 2025, sehingga kini menyuplai 6 MW listrik bersih untuk sistem kelistrikan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Selain menghasilkan energi rendah emisi yang stabil, proyek ini juga memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan akses listrik, serta mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Selain tenaga air, TBS Energi Utama juga mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Tembesi di Batam.

Proyek ini telah menyelesaikan Financial Closing pada tahun 2024 dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial serta terhubung ke jaringan listrik nasional pada 2026.

Kehadiran PLTS terapung ini diharapkan mampu mengurangi emisi karbon, meningkatkan kualitas udara, menciptakan lapangan kerja hijau, sekaligus mendorong transfer teknologi dan kolaborasi dengan masyarakat setempat.

Melalui berbagai proyek tersebut, TBS Energi Utama menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan di Indonesia.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun sistem energi nasional yang lebih bersih, tangguh, dan berkelanjutan demi masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.