tbs

Film tentang sampah bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga media edukasi yang mengajak penonton memahami dampak pencemaran lingkungan sekaligus pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Melalui kisah fiksi maupun dokumenter, berbagai film ini memperlihatkan bagaimana kebiasaan manusia dalam menghasilkan dan mengelola sampah dapat menentukan masa depan bumi.

Di Indonesia, persoalan sampah masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), jutaan ton sampah dihasilkan setiap tahun dan sebagian masih berakhir di tempat pembuangan akhir, sungai, maupun laut.

Kondisi ini membuat edukasi mengenai pengurangan sampah semakin penting, salah satunya melalui film yang mampu menyampaikan pesan lingkungan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.

Rekomendasi Film tentang Sampah dan Lingkungan

Masalah sampah dapat dipahami dari berbagai sudut pandang, mulai dari pencemaran plastik, limbah tekstil, hingga dampaknya terhadap laut, hutan, dan perubahan iklim.

Berikut beberapa film tentang sampah dan dokumenter bertema lingkungan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan wawasan serta mengajak kita lebih peduli terhadap kondisi bumi, termasuk tantangan pengelolaan sampah di Indonesia.

1. The Story of Plastic (2019)

Jika ingin memahami akar persoalan sampah plastik, dokumenter ini menjadi pilihan yang tepat. “The Story of Plastic” mengulas perjalanan plastik sejak diproduksi hingga berakhir sebagai limbah yang mencemari lingkungan.

Film ini juga mengungkap tantangan daur ulang plastik, perdagangan sampah antarnegara, serta dampaknya terhadap kesehatan manusia dan ekosistem.

2. Wall-E (2008)

Wall-E merupakan salah satu film tentang sampah paling ikonik. Film animasi produksi Pixar ini menggambarkan bumi pada abad ke-29 yang sudah tidak layak huni akibat konsumsi berlebihan, pengelolaan sampah yang buruk, dan kerusakan lingkungan.

Tokoh utamanya adalah robot pengumpul sampah bernama Wall-E (Waste Allocation Load Lifter – Earth Class) yang bertugas membersihkan bumi. Kehadiran robot EVE kemudian mengubah hidup Wall-E dan membawa harapan bagi masa depan manusia.

3. Pulau Plastik (2021)

Sebagai dokumenter karya anak bangsa, Pulau Plastik mengangkat persoalan plastik sekali pakai yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Ini menjadi salah satu film tentang sampah yang relevan dengan kondisi Indonesia.

Film ini mengikuti perjalanan tiga tokoh yang menelusuri dampak plastik terhadap lingkungan, rantai makanan, hingga kesehatan manusia akibat mikroplastik.

4. The Clean Bin Project (2010)

Film dokumenter ini mengikuti pasangan Grant dan Jen yang mencoba menghasilkan sampah seminimal mungkin selama satu tahun.

Dengan gaya yang ringan dan penuh humor, film ini memperlihatkan bahwa mengurangi sampah dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

5. Before the Flood (2016)

Melalui perjalanan Leonardo DiCaprio ke berbagai negara, termasuk Indonesia, film ini mengangkat isu perubahan iklim, deforestasi, dan penggunaan sumber daya alam secara berlebihan.

Penonton diajak memahami bahwa pengelolaan limbah, konsumsi energi, hingga pembukaan lahan memiliki keterkaitan erat dengan perubahan iklim global.

6. A Plastic Ocean (2016)

Dokumenter ini berawal dari perjalanan jurnalis Craig Leeson yang menemukan banyak sampah plastik saat mencari paus biru di lautan.

Bersama penyelam Tanya Streeter dan para ilmuwan, ia menelusuri berbagai negara untuk mengungkap dampak pencemaran plastik terhadap ekosistem laut.

Selain menunjukkan besarnya masalah plastik, film ini juga menghadirkan berbagai solusi yang dapat dilakukan pemerintah, industri, maupun masyarakat.

Baca Juga: Limbah Organik: Jenis, Dampak Lingkungan, dan Solusinya

7. Semesta (Semes7A) (2018)

Film dokumenter Indonesia ini menghadirkan tujuh kisah inspiratif dari berbagai daerah yang menunjukkan bagaimana masyarakat menjaga keseimbangan alam melalui pendekatan budaya, agama, dan kearifan lokal.

8. Trashed (2012)

Dipandu aktor Jeremy Irons, dokumenter ini mengajak penonton melihat dampak sampah dan polusi di berbagai belahan dunia.

Film ini menyoroti bagaimana budaya konsumtif menghasilkan limbah dalam jumlah besar sekaligus mengajak masyarakat lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.

9. My Octopus Teacher (2020)

Dokumenter pemenang Academy Awards ini menceritakan hubungan seorang penyelam dengan seekor gurita di Afrika Selatan.

Meski tidak berfokus pada sampah, film ini mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem laut yang kini juga terancam oleh pencemaran plastik.

10. Sexy Killers (2019)

Film dokumenter Indonesia ini mengulas dampak industri batu bara, mulai dari aktivitas pertambangan hingga operasional PLTU.

Selain membahas kerusakan lingkungan, film ini juga memperlihatkan dampak sosial yang dirasakan masyarakat di sekitar wilayah tambang.

11. A Life on Our Planet (2020)

Melalui kisah David Attenborough, film ini memperlihatkan perubahan kondisi bumi selama puluhan tahun akibat aktivitas manusia. Selain menampilkan keindahan satwa liar, dokumenter ini juga menawarkan harapan melalui berbagai solusi untuk memulihkan alam.

12. The True Cost (2015)

Meski berfokus pada industri fesyen, film ini menunjukkan bagaimana limbah tekstil menjadi salah satu penyumbang pencemaran lingkungan.

Penonton diajak memahami hubungan antara kebiasaan membeli pakaian murah, eksploitasi pekerja, penggunaan bahan kimia, hingga menumpuknya limbah tekstil di berbagai negara.

13. Diam & Dengarkan (2020)

Film dokumenter Indonesia ini terdiri dari enam segmen yang membahas berbagai isu lingkungan, seperti plastik, air, kehutanan, hingga hubungan manusia dengan alam.

Setiap segmen mengajak penonton merenungkan dampak kecil dari setiap tindakan terhadap keberlangsungan bumi.

14. Seaspiracy (2021)

Dokumenter ini mengangkat berbagai persoalan laut, mulai dari sampah plastik, penangkapan ikan berlebihan, hingga praktik perikanan yang dinilai merusak ekosistem.

Walaupun memunculkan sejumlah perdebatan, film ini berhasil meningkatkan perhatian publik terhadap kondisi lautan dunia.

Mengapa Film tentang Sampah Penting untuk Ditonton?

Berbagai film tentang sampah di atas memperlihatkan bahwa persoalan limbah bukan hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga menyangkut kesehatan, perubahan iklim, keberlanjutan ekonomi, hingga masa depan generasi mendatang.

Di Indonesia sendiri, tantangan pengelolaan sampah masih terus berkembang seiring meningkatnya jumlah penduduk dan konsumsi masyarakat.

Karena itu, edukasi melalui media populer seperti film dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih bijak dalam mengurangi, memilah, dan mengelola sampah.

Baca Juga: Waste Management: Kunci Atasi Krisis Pengolahan Sampah, Ini Cara dan Metodenya

Bersama TBS Energi Utama Mendorong Masa Depan Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan

Pesan yang disampaikan berbagai film tentang sampah akan semakin bermakna jika diikuti dengan aksi nyata.

Salah satu perusahaan yang berkomitmen mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan di Asia Tenggara adalah TBS Energi Utama melalui pengembangan bisnis waste management yang terintegrasi.

Pada 2023, TBS Energi Utama membangun fondasi bisnis pengelolaan sampah melalui akuisisi Asia Medical Enviro Services (AMES) dan ARAH, dua perusahaan yang memiliki keahlian dalam pengelolaan limbah medis, limbah B3, limbah domestik, serta limbah elektronik.

Seluruh bisnis tersebut kemudian berada di bawah PT Solusi Bersih TBS (SBT) sebagai subholding khusus pengelolaan sampah.

Langkah ini berlanjut pada Maret 2025 ketika TBS Energi Utama menyelesaikan akuisisi penuh Sembcorp Environment (SembEnviro), perusahaan terkemuka asal Singapura yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan sampah perkotaan, daur ulang, dan solusi lingkungan.

Akuisisi ini memperkuat kapasitas teknologi, skala operasional, serta jangkauan layanan TBS Energi Utama di kawasan Asia Tenggara.

Selanjutnya, pada September 2025, SembEnviro resmi berganti nama menjadi CORA Environment, menyatukan seluruh bisnis pengelolaan sampah TBS Energi Utama di bawah satu identitas yang berorientasi pada solusi waste-to-resource masa depan.

Kini, melalui AMES, ARAH, dan CORA Environment, TBS Energi Utama terus mewujudkan roadmap TBS2030 untuk menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan, mengurangi dampak lingkungan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat.

Hingga 2025, jaringan TBS Energi Utama telah mengoperasikan 5 fasilitas pengelolaan sampah di Indonesia dan Singapura, mengolah lebih dari 1 juta ton sampah dalam setahun, serta melayani lebih dari 475.000 pelanggan.

Komitmen ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha, seperti TBS Energi Utama, menjadi kunci untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.