tbs

Green jobs bukan hanya untuk lulusan teknik, tetapi juga membuka peluang bagi mereka yang memiliki minat di bidang bisnis, pertanian, pariwisata, desain, hingga pengelolaan lingkungan.

Seiring berkembangnya ekonomi hijau di Indonesia, semakin banyak profesi yang berkontribusi pada keberlanjutan sekaligus menawarkan prospek karier yang menjanjikan.

Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup berkelanjutan (sustainable living), target pengurangan emisi karbon, hingga berkembangnya energi terbarukan membuat kebutuhan tenaga kerja di sektor hijau terus meningkat.

Tidak heran jika green jobs kini menjadi salah satu bidang karier yang diprediksi akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

Apa Itu Green Jobs?

Green jobs adalah pekerjaan yang berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan, mengurangi dampak perubahan iklim, serta mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Pekerjaan ini tidak hanya berada di sektor lingkungan, tetapi juga mencakup berbagai industri yang menerapkan prinsip ramah lingkungan dalam operasionalnya.

International Labour Organization (ILO) mendefinisikan green jobs sebagai pekerjaan yang layak sekaligus membantu mengurangi emisi karbon, meningkatkan efisiensi energi, melindungi keanekaragaman hayati, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Di Indonesia, Bappenas melalui Peta Jalan Pekerjaan Hijau menjelaskan bahwa green jobs merupakan pekerjaan yang melestarikan atau memulihkan lingkungan melalui tugas tertentu, keterampilan khusus, penerapan proses ramah lingkungan, maupun menghasilkan produk dan layanan yang lebih berkelanjutan.

Konsep ini menjadi semakin penting karena mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yaitu perubahan iklim dan kebutuhan akan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Baca Juga: Nationally Determined Contribution: Seberapa Siap Indonesia Mencapai Target Emisi?

Mengapa Green Jobs Semakin Dibutuhkan?

Tren sustainable living membuat masyarakat semakin peduli terhadap dampak lingkungan dari produk maupun layanan yang mereka gunakan. Banyak konsumen kini mempertimbangkan aspek keberlanjutan sebelum membeli suatu produk.

Perubahan perilaku tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  • Meningkatnya perhatian terhadap kesehatan dan kualitas hidup (personal wellness);
  • Perkembangan teknologi yang mendukung gaya hidup ramah lingkungan (personal technology); dan
  • Meningkatnya kepercayaan terhadap institusi yang menjalankan praktik bisnis berkelanjutan (institutional trust).

Di sisi lain, hasil Sensus Penduduk 2020 menunjukkan bahwa generasi milenial dan Gen Z mendominasi usia produktif Indonesia.

Kondisi ini menjadi peluang besar karena generasi muda memiliki peran penting dalam mempercepat transisi menuju ekonomi hijau melalui berbagai profesi di bidang green jobs.

Green Jobs Tidak Hanya untuk Anak Teknik

Banyak orang masih menganggap pekerjaan ramah lingkungan identik dengan insinyur atau teknisi. Padahal, peluang green jobs jauh lebih luas dan tersedia di berbagai bidang.

1. Desainer Fashion Berkelanjutan

Industri fashion kini mulai beralih ke konsep sustainable fashion dengan menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan, mengurangi limbah tekstil, serta menerapkan proses produksi yang lebih bertanggung jawab.

Karena itu, lulusan desain maupun industri kreatif memiliki peluang besar untuk berkarier di sektor ini.

2. Pengusaha Makanan Organik

Meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan sehat membuat bisnis pangan organik berkembang pesat. Mulai dari produksi bahan pangan, pengolahan makanan, hingga distribusi produk organik menjadi bagian dari ekonomi hijau yang terus bertumbuh.

3. Pemandu Wisata Ekowisata

Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa sehingga ekowisata semakin diminati.

Pemandu wisata tidak hanya mengajak wisatawan menikmati keindahan alam, tetapi juga mengedukasi mereka mengenai konservasi lingkungan, budaya lokal, dan pentingnya menjaga ekosistem.

4. Startup Pengelolaan Sampah

Perusahaan rintisan di bidang waste management menjadi salah satu contoh green jobs yang berkembang pesat.

Startup ini menghubungkan masyarakat, pengangkut sampah, bank sampah, hingga industri daur ulang agar pengelolaan sampah menjadi lebih efisien dan mendukung ekonomi sirkular.

5. Petani Urban

Urban farming membantu masyarakat perkotaan memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memanfaatkan lahan terbatas secara produktif. Selain mendukung ketahanan pangan, profesi ini juga membantu mengurangi jejak karbon dari distribusi bahan makanan.

6. Arsitek Bangunan Hijau

Konsep green building kini semakin banyak diterapkan untuk mengurangi konsumsi energi, memanfaatkan pencahayaan alami, serta menggunakan material yang lebih ramah lingkungan.

Arsitek memiliki peran penting dalam menciptakan bangunan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

7. Startup Energi Terbarukan

Banyak startup kini mengembangkan teknologi yang membantu efisiensi energi, sistem tenaga surya, hingga solusi elektrifikasi di daerah terpencil.

Profesi di sektor ini tidak hanya membutuhkan tenaga teknik, tetapi juga ahli bisnis, pemasaran, keuangan, hingga pengembangan produk.

8. Teknisi Kendaraan Listrik

Pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia membuat kebutuhan tenaga teknisi terus meningkat. Mereka bertugas melakukan perawatan, diagnosis, hingga perbaikan sistem kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan dibanding kendaraan berbahan bakar fosil.

9. Spesialis Eksplorasi Panas Bumi

Indonesia memiliki salah satu potensi panas bumi terbesar di dunia. Profesi ini berperan dalam mengembangkan energi panas bumi sebagai sumber energi bersih yang mampu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

10. Teknisi Sistem Energi Surya

Panel surya menjadi salah satu teknologi energi terbarukan yang terus berkembang. Teknisi sistem energi surya bertugas memasang, mengoperasikan, dan merawat instalasi panel surya sehingga dapat menghasilkan listrik bersih secara optimal.

Tantangan Green Jobs di Indonesia

Meskipun peluang green jobs semakin besar, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah kurangnya tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri hijau.

Pendidikan dan Pelatihan Teknikal dan Vokasional (TVET) juga masih perlu beradaptasi agar mampu menghasilkan lulusan dengan keterampilan yang relevan, terutama pada bidang energi terbarukan, teknologi hijau, dan ekonomi sirkular.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri masih perlu diperkuat agar kurikulum, pelatihan, sertifikasi, hingga proses rekrutmen benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Baca Juga: Net Zero Emission: Pengertian, Cara Mencapai, dan Target Indonesia 2060

Green Jobs Semakin Berkembang Bersama Komitmen TBS Energi Utama

Perkembangan green jobs di Indonesia tidak lepas dari meningkatnya investasi di sektor energi terbarukan.

Salah satu perusahaan yang aktif mendukung transisi energi adalah TBS Energi Utama melalui berbagai proyek energi bersih yang berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja hijau.

Di sektor tenaga air, TBS Energi Utama memperkuat portofolio energi terbarukan sejak 2020 melalui anak usahanya PT Toba Bara Energi (TBAE) dengan mengakuisisi PT Adimitra Energi Hidro (AEH), pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) berkapasitas 2×3 MW di Lampung.

PLTM AEH sendiri resmi mencapai Commercial Operation Date (COD) pada 22 Januari 2025 dan kini memasok 6 MW listrik bersih ke sistem kelistrikan Sumatera Bagian Selatan.

Selain itu,TBS Energi Utama juga mengakuisisi PT Bayu Alam Sejahtera (BAS) yang mengembangkan potensi energi angin di Nusa Tenggara Timur.

Lalu, TBS Energi Utama juga mengembangkan Floating Solar PV Power Plant di Tembesi, Batam. Proyek ini telah mencapai financial closing pada 2024 dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2026 untuk terhubung ke jaringan listrik nasional.

Selain membantu menurunkan emisi karbon dan meningkatkan kualitas udara, proyek ini diharapkan menciptakan green jobs baru, memperkuat transfer teknologi, serta mendorong pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat Batam.

Selain proyek tersebut, TBS Energi Utama juga tengah mengembangkan Floating Solar PV berkapasitas 46 MWp di Batam, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam penyediaan energi bersih di Indonesia.

Melalui berbagai investasi tersebut, TBS Energi Utama menunjukkan bahwa transisi menuju ekonomi hijau tidak hanya menghasilkan energi yang lebih bersih, tetapi juga membuka semakin banyak peluang green jobs bagi masyarakat Indonesia di masa depan.