
Eco lifestyle semakin relevan bagi masyarakat urban yang ingin menjalani kehidupan lebih berkelanjutan tanpa harus meninggalkan kenyamanan sehari-hari.
Mulai dari mengurangi sampah, menghemat energi, memilih makanan berkelanjutan, hingga menggunakan transportasi yang lebih ramah lingkungan, berbagai kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga bumi sekaligus memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Perubahan gaya hidup ini semakin berkembang di Asia, termasuk Indonesia, seiring meningkatnya kesadaran terhadap perubahan iklim, polusi, dan penggunaan sumber daya.
Bagi masyarakat perkotaan, eco-lifestyle bukan sekadar tren, melainkan bagian dari upaya membangun kehidupan yang lebih sehat dan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Apa Itu Eco-Lifestyle?
Eco-lifestyle adalah gaya hidup yang berusaha mengurangi dampak negatif aktivitas manusia terhadap lingkungan.
Prinsipnya dapat diterapkan melalui berbagai pilihan sehari-hari, seperti mengurangi konsumsi barang sekali pakai, menghemat listrik dan air, memilih transportasi yang lebih ramah lingkungan, serta mengurangi makanan yang terbuang.
Menariknya, menjalani gaya hidup ramah lingkungan tidak selalu berarti harus mengeluarkan biaya lebih besar.
Banyak kebiasaan sederhana justru dapat membantu menghemat pengeluaran, seperti mengurangi penggunaan listrik, membawa botol minum sendiri, atau menggunakan kembali barang yang masih layak.
Baca Juga: Smart Grid di Indonesia: Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya
Manfaat Menerapkan Eco Lifestyle
Menerapkan eco lifestyle memberikan manfaat yang tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga oleh individu dan masyarakat.
1. Mengurangi Dampak terhadap Lingkungan
Mengurangi sampah, penggunaan energi, dan konsumsi plastik dapat membantu menekan pencemaran serta penggunaan sumber daya alam. Jika dilakukan secara bersama-sama, kebiasaan kecil dari banyak orang dapat menghasilkan dampak yang lebih besar.
2. Menghemat Pengeluaran
Kebiasaan hemat energi, menggunakan barang secara berulang, dan membeli sesuai kebutuhan dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga.
Misalnya, penggunaan lampu LED dan peralatan elektronik yang hemat energi dapat membantu menekan konsumsi listrik.
3. Mendukung Kesehatan dan Kualitas Hidup
Memilih makanan yang lebih sehat, berjalan kaki ketika memungkinkan, bersepeda, serta mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi juga dapat mendukung kesehatan fisik dan mental.
Cara Menerapkan Eco-Lifestyle di Kehidupan Sehari-hari
Ada banyak cara sederhana untuk memulai gaya hidup hijau tanpa harus mengubah seluruh rutinitas. Berikut beberapa contohnya.
1. Kurangi, Gunakan Kembali, dan Daur Ulang
Mulailah dengan menerapkan prinsip “reduce, reuse, and recycle”. Kurangi pembelian barang yang hanya digunakan sekali, gunakan kembali wadah atau barang yang masih layak, dan pisahkan sampah yang dapat didaur ulang.
Contohnya, kamu dapat membawa tas belanja dan botol minum sendiri, menggunakan wadah makan berulang kali, serta memilah kertas, kardus, kaca, dan logam dari sampah rumah tangga.
2. Hemat Energi dan Air
Matikan lampu ketika tidak digunakan, cabut perangkat elektronik yang tidak diperlukan, gunakan lampu LED, dan pilih peralatan rumah tangga yang memiliki efisiensi energi lebih baik.
Kebiasaan sederhana juga dapat diterapkan dalam penggunaan air, seperti mempersingkat waktu mandi dan mematikan keran ketika air tidak sedang digunakan.
3. Pilih Makanan yang Lebih Berkelanjutan
Pola konsumsi juga menjadi bagian penting dari eco-lifestyle. Memilih bahan makanan lokal, mengurangi makanan terbuang, serta memperbanyak konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian dapat menjadi pilihan yang lebih berkelanjutan.
Membeli makanan sesuai kebutuhan juga penting karena makanan yang terbuang pada akhirnya dapat menjadi sumber sampah dan emisi.
4. Gunakan Transportasi Ramah Lingkungan
Masyarakat urban dapat mempertimbangkan transportasi umum, berjalan kaki, bersepeda, atau kendaraan listrik sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah.
Di kota besar seperti Jakarta, penggunaan transportasi publik yang terintegrasi dapat menjadi salah satu cara mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi sekaligus membantu menekan emisi dari sektor transportasi.
5. Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai
Membawa tas belanja, botol minum, dan tempat makan sendiri merupakan langkah sederhana untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Ketika berbelanja, kamu juga dapat memilih produk dengan kemasan minimal atau produk yang menggunakan material daur ulang jika tersedia.
Tantangan Eco-Lifestyle di Kota
Meski semakin populer, menerapkan eco lifestyle di perkotaan tidak selalu mudah. Gaya hidup yang serba cepat, keterbatasan ruang, harga sejumlah produk ramah lingkungan, serta minimnya fasilitas pendukung dapat menjadi hambatan.
Misalnya, penghuni apartemen atau rumah dengan ruang terbatas mungkin kesulitan melakukan komposting atau menyimpan beberapa jenis wadah pakai ulang.
Begitu pula pilihan transportasi ramah lingkungan akan lebih sulit diterapkan jika transportasi umum belum tersedia secara nyaman dan terintegrasi.
Karena itu, keberhasilan gaya hidup berkelanjutan tidak dapat hanya mengandalkan perubahan perilaku individu.
Dukungan pemerintah, komunitas, dunia usaha, serta infrastruktur perkotaan juga dibutuhkan agar pilihan ramah lingkungan menjadi semakin mudah diakses masyarakat.
Tren Eco-Lifestyle di Asia
Kesadaran terhadap gaya hidup berkelanjutan juga berkembang di berbagai negara Asia. Anak muda dan komunitas mulai memperkenalkan konsep zero waste, konsumsi yang lebih sadar lingkungan, produk isi ulang, hingga pola makan berbasis tumbuhan.
1. Rumah yang Lebih Efisien
Di tengah pertumbuhan kota dan hunian yang semakin terbatas, konsep rumah multifungsi dan minimalis semakin mendapat perhatian. Tren desain seperti Japandi juga menawarkan pendekatan yang mengutamakan kesederhanaan dan pemanfaatan ruang secara efisien.
Peralatan rumah tangga hemat energi dan teknologi pintar turut mendukung upaya masyarakat mengurangi konsumsi listrik.
2. Inovasi Pangan Berkelanjutan
Asia juga menjadi tempat berkembangnya berbagai inovasi pangan. Produk berbasis tumbuhan dan alternatif protein mulai diperkenalkan sebagai pilihan bagi konsumen yang ingin mengurangi dampak lingkungan dari konsumsi makanan.
Perubahan ini menarik karena banyak negara Asia sebenarnya memiliki tradisi kuliner berbasis tumbuhan yang sudah berlangsung selama berabad-abad.
Baca Juga: Ekonomi Regeneratif dan Masa Depan Ekonomi Hijau Indonesia
Peran Energi Terbarukan TBS dalam Gaya Hidup Berkelanjutan
Perubahan gaya hidup perlu didukung perubahan pada sistem energi terbarukan, seperti tenaga surya, air, dan angin menjadi bagian penting dalam transisi menuju sistem energi yang lebih bersih.
Di Indonesia, pengembangan energi terbarukan terus dilakukan untuk mendukung kebutuhan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil.
Salah satu perusahaan yang turut mengembangkan proyek energi terbarukan adalah TBS melalui portofolionya di sektor energi bersih.
Pada 2020, melalui anak perusahaan PT Toba Bara Energi (TBAE), TBS mengakuisisi PT Adimitra Energi Hidro (AEH), pengembang PLTM berkapasitas 2 x 3 MW di Lampung.
Proyek tersebut kemudian mencapai Commercial Operation Date (COD) pada 22 Januari 2025 sehingga menghadirkan total 6 MW energi bersih bagi wilayah Sumatera Bagian Selatan.
TBS juga mengakuisisi PT Bayu Alam Sejahtera (BAS), yang menjajaki potensi pengembangan energi angin di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tak hanya itu, TBS juga mengembangkan PLTS Terapung Tembesi di Batam dengan kapasitas 46 MWp, yang telah mencapai financial closing pada 2024 dan ditargetkan beroperasi secara komersial serta terhubung dengan jaringan listrik nasional pada 2026.
Pengembangan proyek energi terbarukan seperti PLTM dan PLTS terapung menunjukkan bahwa transisi menuju kehidupan yang lebih berkelanjutan membutuhkan perubahan tidak hanya pada tingkat individu, tetapi juga pada sistem energi dan infrastruktur.
Melalui pengembangan PLTM Sumberjaya di Lampung dan PLTS Terapung Tembesi di Batam, TBS turut mengambil bagian dalam membangun ekosistem energi yang mendukung masa depan lebih hijau.
Pada akhirnya, gaya hidup berkelanjutan adalah tanggung jawab bersama. Kenali lebih jauh langkah TBS dalam mendukung transisi energi dan membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.