tbs

Transportasi modern menjadi salah satu pilar penting dalam menciptakan mobilitas yang lebih cepat, aman, nyaman, dan terhubung di era digital.

Perkembangan kendaraan listrik, transportasi massal, teknologi digital, serta sistem transportasi terintegrasi mendorong perubahan besar dalam cara masyarakat bepergian sekaligus membantu mengurangi emisi dan meningkatkan efisiensi energi.

Pertumbuhan kota-kota besar di Asia membuat kebutuhan terhadap sistem transportasi yang efektif semakin mendesak.

Kemacetan, polusi udara, keterbatasan energi fosil, hingga kebutuhan konektivitas antarkawasan mendorong berbagai negara mengembangkan sistem transportasi yang tidak hanya mengutamakan kecepatan, tetapi juga keberlanjutan.

Apa Itu Transportasi Modern?

Secara sederhana, transportasi modern adalah sistem yang memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk memindahkan manusia maupun barang secara lebih efisien, aman, nyaman, dan ramah lingkungan.

Perkembangannya tidak hanya terlihat dari hadirnya kendaraan listrik atau kereta berkecepatan tinggi.

Sistem digital, aplikasi pemantauan kendaraan, pembayaran nontunai, kecerdasan buatan, hingga integrasi berbagai moda transportasi juga menjadi bagian penting dari ekosistem transportasi modern.

Ciri-Ciri Transportasi Modern

Beberapa karakteristik yang membedakannya dari sistem transportasi konvensional antara lain:

  • Menggunakan teknologi digital dan sistem otomatis.
  • Lebih hemat energi dan berpotensi menekan emisi.
  • Memiliki jadwal dan sistem operasional yang lebih terukur.
  • Terintegrasi dengan infrastruktur serta moda transportasi lainnya.
  • Mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan aksesibilitas penumpang.

Baca Juga: Mobil Hybrid: Pengertian, Cara Kerja, serta Kelebihan dan Kekurangannya

Jenis Transportasi Modern yang Berkembang Saat Ini

Perkembangan teknologi menghadirkan berbagai pilihan transportasi dengan fungsi dan karakteristik berbeda.

1. Hybrid Electric Vehicle (HEV)

HEV merupakan kendaraan yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik. Baterainya dapat memperoleh energi melalui regenerative braking dan kerja mesin sehingga tidak membutuhkan pengisian eksternal seperti kendaraan listrik murni.

Teknologi ini membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar sekaligus mengurangi emisi dibandingkan kendaraan konvensional.

2. Modern Mass Transportation

Transportasi massal juga menjadi bagian penting dalam pengembangan mobilitas modern.

Bus listrik, MRT, LRT, hingga kereta berkecepatan tinggi dikembangkan untuk mengangkut lebih banyak penumpang sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Di berbagai kota Asia, integrasi antarmoda menjadi semakin penting agar perjalanan masyarakat dari rumah menuju pusat aktivitas dapat berlangsung lebih mudah.

3. Battery Electric Vehicle (BEV)

BEV menggunakan motor listrik sebagai sumber tenaga utama dan baterai berkapasitas besar sebagai penyimpan energi. Berbeda dengan kendaraan bermesin pembakaran internal, BEV tidak memiliki tangki bahan bakar maupun knalpot.

Karena tidak menghasilkan emisi gas buang secara langsung ketika digunakan, BEV menjadi salah satu teknologi yang banyak dikembangkan untuk mendukung mobilitas perkotaan yang lebih bersih.

4. Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)

PHEV memadukan mesin bensin dan motor listrik dengan baterai yang lebih besar dibandingkan HEV. Baterai PHEV ini juga dapat diisi melalui sumber listrik eksternal.

Ketika baterai terisi, kendaraan dapat menggunakan tenaga listrik untuk perjalanan tertentu. Setelah daya baterai berkurang, mesin bensin dapat mengambil alih sehingga memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang belum memiliki akses pengisian listrik yang memadai.

Dampak Positif Transportasi Modern bagi Lingkungan

Perubahan sistem transportasi memiliki hubungan erat dengan upaya mengurangi dampak lingkungan. Penggunaan kendaraan listrik, transportasi massal, dan teknologi hemat energi dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

1. Mengurangi Emisi dan Polusi Udara

Kendaraan berbahan bakar fosil menghasilkan karbon dioksida (CO2) serta berbagai polutan lainnya. Sebaliknya, kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi gas buang secara langsung saat beroperasi.

Jika penggunaan kendaraan listrik dibarengi dengan pengembangan energi yang lebih bersih, manfaatnya terhadap pengurangan emisi dapat semakin besar. Di kota-kota padat Asia, langkah ini juga berpotensi membantu memperbaiki kualitas udara.

2. Meningkatkan Efisiensi Energi

Teknologi regenerative braking pada kendaraan hybrid dan listrik memungkinkan sebagian energi saat kendaraan melambat untuk dimanfaatkan kembali. Sistem manajemen energi digital juga membantu kendaraan menggunakan daya secara lebih efisien.

Efisiensi tersebut penting untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan biaya operasional dalam jangka panjang.

Manfaat Sosial dari Transportasi Modern

Pengembangan transportasi tidak hanya berkaitan dengan lingkungan. Sistem mobilitas yang baik juga dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

1. Perjalanan Lebih Cepat dan Tepat Waktu

Kereta cepat, sistem transportasi massal terintegrasi, serta teknologi pengelolaan lalu lintas berbasis data dapat membantu mengurangi waktu perjalanan. Informasi posisi kendaraan secara real-time juga membuat penumpang lebih mudah memperkirakan waktu kedatangan.

2. Meningkatkan Kenyamanan dan Aksesibilitas

Kendaraan masa kini dilengkapi berbagai fasilitas seperti pendingin udara, sistem informasi digital, tempat duduk ergonomis, hingga fasilitas bagi penumpang dengan kebutuhan khusus.

Sistem pembayaran nontunai dan aplikasi digital juga membuat perjalanan semakin praktis.

3. Mendukung Kesehatan Masyarakat

Transportasi publik yang nyaman dapat mendorong masyarakat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Ketika berjalan menuju halte atau stasiun, masyarakat juga mendapatkan aktivitas fisik tambahan.

Di sisi lain, pengurangan polusi kendaraan dapat memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat.

Tantangan Mengembangkan Transportasi Modern di Asia

Meskipun potensinya besar, transformasi transportasi masih menghadapi sejumlah tantangan.

Infrastruktur pengisian kendaraan listrik belum merata, integrasi antarmoda masih perlu diperkuat, dan sebagian masyarakat masih terbiasa menggunakan kendaraan pribadi.

Biaya investasi, keterbatasan fasilitas di wilayah tertentu, kenyamanan, keamanan, serta kesadaran masyarakat juga menjadi faktor yang menentukan keberhasilan transisi.

Karena itu, pengembangan transportasi membutuhkan kerja sama pemerintah, pelaku usaha, penyedia teknologi, dan masyarakat.

Infrastruktur seperti stasiun pengisian kendaraan listrik, jalur transportasi publik, sistem pembayaran terintegrasi, dan aplikasi digital perlu dikembangkan secara bersamaan.

Ke depannya, penggunaan kecerdasan buatan, kendaraan terhubung, elektrifikasi, sistem pembayaran digital, dan infrastruktur pintar akan semakin membentuk wajah mobilitas di kawasan Asia.

Baca Juga: Jenis-Jenis Mobil dan Karakteristiknya, dari SUV hingga Mobil Listrik

TBS dan Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik

Indonesia juga mulai memperkuat ekosistem mobilitas listrik dan transportasi terintegrasi. Salah satu contohnya adalah pengembangan ekosistem kendaraan listrik oleh TBS melalui Electrum.

Pada 2021, TBS bersama GoTo Group mendirikan PT Energi Kreasi Bersama atau Electrum untuk membangun ekosistem mobilitas listrik terintegrasi di Indonesia.

Ekosistem tersebut mencakup perakitan kendaraan, teknologi baterai, battery swapping, stasiun pengisian, hingga skema pembiayaan.

Pada Februari 2022, Presiden Joko Widodo meresmikan peluncuran ekosistem kendaraan listrik kolaboratif bersama Electrum, Pertamina, Gogoro, dan Gesits.

Pada tahun yang sama, Electrum turut mendukung KTT G20 dan B20 Bali dengan menyediakan 50 motor listrik, 11 shelter, serta 150 mitra driver Gojek untuk melayani para delegasi.

Dukungan pembiayaan kemudian semakin kuat. Pada Desember 2024, Electrum memperoleh pendanaan US$15 juta dari Asian Development Bank, Australian Climate Finance Partnership, dan Bank DBS Indonesia.

Pendanaan tersebut digunakan untuk mempercepat pengadaan kendaraan serta memperluas jaringan battery swapping, yang diproyeksikan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 123.000 ton per tahun.

Electrum juga terus memperluas pilihan kendaraan. Motor listrik H3i diluncurkan pada Oktober 2024 dalam ajang IMOS dengan pilihan pengisian di rumah maupun akses jaringan swapping. Pada 2025, Electrum memperkenalkan H1 sebagai pilihan baru bagi konsumen.

Hingga 2025, lebih dari 6.000 kendaraan listrik telah beroperasi, didukung lebih dari 320 lokasi stasiun penukaran baterai dan lebih dari 19.000 penukaran baterai setiap hari, yang berkontribusi menghindari lebih dari 3.200 ton emisi CO2.

Melalui Electrum, TBS menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem kendaraan listrik Indonesia, mulai dari perakitan kendaraan hingga infrastruktur pendukungnya.

Berbagai pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa transportasi modern dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan mobilitas perkotaan yang lebih efisien, terkoneksi, dan berkelanjutan.