tbs

Filosofi logo baru TBS mencerminkan transformasi Perseroan menuju bisnis yang lebih berkelanjutan dengan nilai kepercayaan, inovasi, dan tanggung jawab sebagai landasannya.

Melalui identitas “this.is.tbs”, TBS  memperkuat arah pertumbuhan jangka panjang menuju visi netral karbon 2030 dengan fokus pada energi terbarukan, pengelolaan limbah, dan ekosistem kendaraan listrik.

Perubahan identitas sebuah perusahaan bukan hanya soal mengganti tampilan visual. Logo dapat menjadi cara perusahaan menyampaikan siapa dirinya, nilai yang dipercaya, serta arah yang ingin dituju.

Hal ini tercermin melalui peluncuran identitas baru TBS pada 2025 yang menjadi salah satu langkah dalam proses transformasi bisnis Perseroan.

Filosofi Logo TBS yang Mencerminkan Transformasi

Logo TBS dirancang untuk menggambarkan perjalanan Perseroan dari bisnis energi konvensional menuju bisnis yang lebih berorientasi pada keberlanjutan.

Di balik bentuknya terdapat filosofi yang menghubungkan warisan perjalanan bisnis dengan visi masa depan. Secara keseluruhan, logo membawa tiga nilai utama, yaitu kepercayaan, inovasi, dan tanggung jawab.

Ketiganya menjadi bagian penting dalam perjalanan untuk membangun bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Penggunaan logo secara konsisten juga membantu membangun identitas yang mudah dikenali di berbagai titik interaksi, baik oleh pelanggan, mitra bisnis, investor, maupun masyarakat.

Makna Angka “8” dalam Logo TBS Energi Utama

Salah satu elemen yang paling menonjol dalam logo adalah bentuk yang menyerupai angka “8”.

Bentuk tersebut merepresentasikan konsep infinity atau sesuatu yang tidak berujung. Maknanya berkaitan dengan keseimbangan, kesinambungan, dan kemakmuran.

Filosofi ini sejalan dengan tujuan TBS Energi Utama untuk terus tumbuh secara harmonis bersama masyarakat dan lingkungan.

Bentuk logo juga terinspirasi dari tenun wilayah Indonesia timur, seperti Toraja dan Flores. Tenun dari berbagai daerah tersebut dikenal memiliki pola geometris yang khas, sekaligus memiliki nilai budaya dan makna yang kuat.

Inspirasi tersebut menjadi cara menghubungkan identitas perusahaan dengan kekayaan budaya Indonesia. Pada saat yang sama, bentuk geometris yang sederhana membuat logo tetap terlihat modern dan relevan dengan arah transformasi bisnis.

Tipografi yang Memperkuat Identitas

Filosofi logo tidak hanya terlihat dari simbol, tetapi juga dari jenis huruf yang digunakan. Tipografi khusus TBS dirancang mengikuti karakter lengkungan pada simbol logo.

Lengkungan yang lembut memberikan kesan lebih inklusif, humanis, dan mudah didekati. Keselarasan antara simbol dan huruf juga membuat identitas visual terlihat lebih utuh dan konsisten.

“this.is.tbs”, Identitas Baru TBS pada 2025

Selain logo baru, TBS memperkenalkan identitas digital “this.is.tbs” pada 2025. Identitas ini menjadi bagian dari perubahan strategis Perseroan dalam menentukan model bisnis, prioritas alokasi modal, dan arah pertumbuhan jangka panjang.

Transformasi tersebut diperkuat melalui slogan “For Good and For Growth.” Pesan ini menggambarkan upaya untuk mengejar pertumbuhan sekaligus menghasilkan dampak yang lebih baik bagi lingkungan dan masyarakat.

Arah tersebut juga berkaitan dengan visi menuju netral karbon 2030. Karena itu, identitas baru perusahaan tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi representasi dari perubahan yang juga dilakukan melalui portofolio bisnisnya.

Dari Energi Konvensional Menuju Energi Terbarukan

Perubahan arah TBS dapat dilihat dari perkembangan portofolio bisnis Perseroan.

Setelah menyelesaikan divestasi atas dua aset PLTU, yaitu MCL dan GLP, pada 2025, TBS semakin memfokuskan pengembangan bisnis pada sektor yang mendukung transisi energi dan keberlanjutan.

Salah satunya adalah PLTMH Sumber Jaya di Lampung dengan kapasitas 6 MW yang telah beroperasi secara komersial sejak Januari 2025.

TBSEnergi Utama juga mengembangkan PLTS Terapung Batam berkapasitas 46 MWp bersama PLN Nusantara Power. Proyek tersebut telah mencapai financial closing pada Maret 2025 dan kini berada dalam tahap konstruksi.

Tidak berhenti di sana, TBS juga memiliki pipeline pengembangan PLTS kawasan industri serta PLTB 22 MW di Nusa Tenggara Timur yang masih berada pada tahap perencanaan teknis.

Pengembangan energi surya, bayu, dan minihidro tersebut menunjukkan bagaimana arah bisnis mulai diperluas untuk mendukung kebutuhan energi yang lebih bersih di Indonesia.

Memperluas Dampak melalui Pengelolaan Limbah

Transformasi ini  juga mencakup sektor pengelolaan limbah melalui Cora Environment, entitas hasil rebranding Sembcorp Environment Pte. Ltd. yang berbasis di Singapura.

Cora Environment sendiri telah mengelola lebih dari 470.000 pelanggan dari sektor medis, industri, dan komersial.

Di Singapura, Asia Medical Enviro Services menjadi salah satu pemain utama dalam pengelolaan limbah medis dengan pangsa pasar sekitar 45% dan kapasitas insinerasi mencapai 14 ton per hari.

Sementara itu, di Indonesia ada Arah Environmental yang mengoperasikan lebih dari 50 fasilitas yang tersebar di 15 provinsi. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan hingga 50 ton per hari dan melayani lebih dari 5.000 pelanggan.

Secara keseluruhan, bisnis pengelolaan limbah TBS Energi Utama di Indonesia dan Singapura mengumpulkan serta mengolah lebih dari 1 juta ton limbah setiap tahun, termasuk limbah medis, industri, domestik, limbah berbahaya, dan elektronik.

Hal ini menjadi semakin relevan bagi Indonesia karena pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi turut meningkatkan kebutuhan terhadap sistem pengelolaan limbah yang aman dan bertanggung jawab.

Mendorong Ekosistem Kendaraan Listrik

Pilar lainnya adalah kendaraan listrik melalui Electrum, perusahaan patungan TBS dan GoTo Group yang berfokus pada pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai.

Saat ini, Electrum mengoperasikan lebih dari 7.500 unit motor listrik dan sekitar 364 stasiun penukaran baterai (Battery Swapping Station/BSS) di wilayah Jabodetabek.

Operasional tersebut menghasilkan rata-rata lebih dari 1,1 juta transaksi penukaran baterai per bulan dengan jarak tempuh mencapai sekitar 16 juta kilometer per bulan.

Electrum juga menyediakan model Electrum H3/H3i dan H5, dengan jarak tempuh sekitar 65–90 kilometer per pengisian daya, serta dukungan teknologi IoT untuk membantu optimalisasi penggunaan armada.

Perkembangan ini menunjukkan kontribusi TBS Energi Utama dalam mendukung penggunaan kendaraan listrik, terutama di kawasan perkotaan Indonesia yang membutuhkan solusi mobilitas lebih efisien.

Jejak Bisnis yang Mengiringi Perjalanan TBS

Perubahan bisnis menuju bisnis berkelanjutan tidak menghapus sejarah perjalanan selama ini. Sebelumnya, Perseroan memiliki basis bisnis di sektor pertambangan batu bara, pengolahan minyak kelapa sawit, dan pembangkitan listrik berbasis batu bara.

Di sektor batu bara, sekitar 14 juta ton cadangan dengan produksi sekitar 3–4 juta ton per tahun dari tiga anak perusahaan di Kalimantan Timur.

TBS sebelumnya mengoperasikan aset PLTU berbahan bakar batu bara dengan total kapasitas sekitar 200 MW, yang mencakup PLTU Sulbagut-1 dan PLTU Sulut-3 untuk memasok listrik ke jaringan PLN

Seluruh kepemilikan aset PLTU tersebut telah diinvestasikan Perseroan pada 2025, yang memperlihatkan bagaimana bisnis terus berkembang mengikuti perubahan kebutuhan energi dan tuntutan keberlanjutan.

Filosofi Logo TBS untuk “For Good and For Growth”

Filosofi logo baru TBS bukan sekadar mengenai bentuk angka 8 atau inspirasi dari tenun Indonesia timur.

Logo tersebut menjadi simbol perjalanan Perseroan dalam menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan keberlanjutan, inovasi, tanggung jawab, serta kontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan.

Melalui “this.is.tbs” dan semangat “For Good and For Growth,” untuk memperkuat langkah menuju bisnis yang lebih berkelanjutan.

Mulai dari energi terbarukan, pengelolaan limbah, hingga kendaraan listrik, berbagai proyek dan pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan menuju visi netral karbon 2030.

Bagi Indonesia, transformasi seperti ini memiliki arti penting karena kebutuhan energi, pengelolaan limbah, dan mobilitas rendah emisi akan terus meningkat.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, upaya menjadikan pertumbuhan bisnis sebagai bagian dari solusi untuk masa depan yang lebih baik.